Modest Style

Berinvestasi di Masyarakat dengan Sekolah Islam

,

Seperti halnya perluasan masjid, sekolah Islam membantu membangun sebuah komunitas, tulis Isra Hashmi.

2803-WP-Isra-03

Sekolah Islam, sekolah negeri, sekolah swasta, homeschooling.

Menjelajahi berbagai pilihan pendidikan dapat membuat kewalahan dan membingungkan.

Setiap pilihan memiliki sisi positif dan negatif. Beberapa sekolah lebih baik untuk sebagian anak-anak dan beberapa sekolah lebih buruk bagi anak-anak yang lain.

Sebagai ibu tiga anak di sebuah sekolah Islam, saya telah banyak melalui perjuangan dalam memilih sekolah. Apakah sebuah sekolah swasta tanpa corak agama tertentu menawarkan kurikulum yang lebih kuat? Apakah sekolah umum menyediakan lebih banyak keragaman? Apakah fokus perhatian satu lawan satu dalam homeschooling cocok untuk gaya hidup kita?

Anak-anak saya telah bersekolah di sebuah sekolah Islam sejak mereka masih prasekolah, sementara sulung saya sekarang duduk di kelas dua. Dalam beberapa tahun terakhir, saya sering harus mempertahankan pilihan saya dari ketidaksetujuan dari – anehnya – sebagian  besar komunitas Muslim.

“Kau seorang Muslim yang baik, kau tidak bersekolah di sekolah Islam,” kata mereka.

“Mungkin pelajaran Qur’an-nya bagus, tapi pelajaran matematika mereka tidak.”

“Sekolah Islam bagus, tapi tidak kompetitif.”

“Simpan uangmu – ada sekolah negeri yang bagus di daerahmu.”

Saya tersenyum dan mengangguk, karena itu membuat saya lebih percaya diri dalam pilihan saya. Hal ini karena sekolah-sekolah Islam tidak hanya tentang anak-anak.

Jika Anda adalah orangtua yang membaca tulisan ini, dan Anda memiliki anak-anak di sekolah, atau yang akan memulai proses ini, Anda akan segera menemukan bahwa bersekolah melibatkan seluruh keluarga.

Pertemuan dengan orangtua lain, menjadi relawan di penjualan kue, dan memiliki teman sekelas yang datang untuk berkunjung adalah bagian dari pengalaman bersekolah. Saya tidak ingin paparan anak-anak saya dengan dunia muslim dan komunitas kami hanya terjadi selama beberapa jam pada hari Minggu.

Putra Isra membaca buku dengan teman sekelasnya
Putra Isra membaca buku dengan teman sekelasnya

Jika kita percaya bahwa agama kita adalah sebuah cara hidup, sebuah sekolah Islam juga merupakan bagian dari kehidupan itu. Ia menyediakan lingkungan yang melampaui membaca Alquran dan belajar hadits. Sekolah ini memberi mereka rasa percaya diri dan kebanggaan dalam nama mereka yang terdengar berbeda, dan praktik-praktik di luar kebiasaan umum seperti menemukan waktu untuk shalat di sela-sela jadwal kelas yang sibuk.

Orang-orangtua yang saya temui setiap hari selama sembilan bulan, sesama saudara seiman, menginspirasi saya setiap hari untuk memperkuat iman saya, terutama ketika saya sedang terburu-buru menjemput anak-anak saya dari sekolah, atau jika saya memiliki satu hari yang penuh dengan stres. Begitu saya memasuki lingkungan sekolah, saya disambut dengan “Salaam” menenangkan, yang menginspirasi saya. Ini memotivasi saya untuk menjadi muslim yang lebih baik untuk anak-anak saya dan mengingatkan saya tentang apa yang benar-benar penting.

Ketika anak saya pulang dan shalat karena itu wajar bagi dia dan telah menjadi bagian dari rutinitasnya, hal ini pada gilirannya mengingatkan saya untuk shalat tepat waktu. Kehidupan rumah dan kehidupan sekolah menjadi konsisten dan saling mempengaruhi. Saya pikir dengan cara tersendiri, sekolah-sekolah Islam merupakan perluasan dari masjid setempat, karena mereka membantu untuk melengkapi masyarakat.

Tidak ada sekolah yang akan menawarkan segalanya. Akan ada kebutuhan untuk kegiatan tambahan di setiap jenis sekolah yang Anda pilih. Namun, melengkapi kebutuhan akademis jauh lebih mudah daripada melengkapi sebuah komunitas. Saran yang lazim mengatakan bahwa kita harus memilih teman-teman kita dengan hati-hati, saya percaya ini dimulai dengan orang-orang yang ada di sekitar Anda setiap hari.

Tidak ada sekolah Islam ketika saya tumbuh dewasa, dan saya bersyukur kepada Allah setiap hari bahwa anak-anak saya memiliki pilihan ini.

Jadi, sekolah seperti apakah tempat anak Anda belajar?

Putra Isra bermain dengan teman-temannya dari sekolah
Putra Isra bermain dengan teman-temannya dari sekolah

Isra Hashmi adalah ibu tiga anak yang tinggal di Boston, cita-cita terbesarnya adalah membesarkan anak-anaknya untuk mencintai Allah dan bukan hal-hal materi.Temukan dia di Simple Muslim Family.

Leave a Reply
<Modest Style