Modest Style

Bakat Alami untuk Berbagi

,

Menyusul terjadinya banyak tragedi kemanusiaan di Gaza, Filipina, Syria dan lainnya, Amenakin mengingatkan kita akan pentingnya membantu sesama dalam skala besar maupun kecil.

[Not a valid template]

Beberapa waktu lalu, saya menemukan sebuah gambar di Facebook. Bukan sekadar gambar biasa seperti komik sindiran atau foto aksesori mode terbaru; melainkan sebuah artikel koran yang ditampilkan untuk mengolok kelompok utama pengguna Facebook.

newspaper-sm

Selain terhibur, saya juga merasa tertohok oleh pentingnya pesan tersebut, bukan hanya bagi ‘kaum muda’ generasi masa kini, namun juga orang dewasa. Sepertinya kita sebagai masyarakat telah menjadi begitu asyik sendiri sehingga sering lupa untuk melepaskan diri dari rutinitas harian pemenuhan kebutuhan pribadi, untuk beralih fokus kepada apa yang bisa kita berikan kepada orang lain. Memang, jika kita adalah perawat orang tua atau pengasuh anak, tidak pernah ada istilah waktu luang, namun saat kita menghabiskan waktu berjam-jam berselancar di aneka situs jejaring sosial dengan tujuan semata-mata untuk menghalau rasa bosan, atau menjelajah mal-mal dengan tujuan ‘membunuh waktu’, maka kita mungkin perlu mempertimbangkan bagaimana memanfaatkan waktu lebih baik.

Saya bukan anti kesenangan. Sungguh, kita harus menyisihkan waktu untuk bersantai dan melakukan kegiatan rekreasi, tapi jika itu berarti kita menjadi sama sekali tak punya waktu untuk berbagi dengan orang di sekeliling kita, rasanya ada yang salah. Jadi itulah yang saya ingin tuliskan: tentang memberi kembali. Kita sebagai masyarakat hanya akan bisa berkembang jika kita mengalihkan perhatian dari diri sendiri dan mengorbankan waktu serta tenaga untuk keluarga dan komunitas kita. Hal terbaik dari rancangan ini adalah begitu fleksibelnya sehingga siapa pun bisa melakukannya.

1. Sikap baik hati
Cara ini adalah yang termudah dan paling sedikit menyita waktu sebagai upaya memberi kembali kepada keluarga dan masyarakat. Berbaik hatilah. Menawarkan bantuan kepada ibu untuk membersihkan rumah, membukakan pintu untuk orang yang lebih tua, membuang sampah di tong sampah (dan tidak dengan ceroboh meletakkannya di pinggir halaman orang lain), tersenyum kepada orang lain (ini adalah sunnah!), dan meninggalkan area publik dalam keadaan seperti yang seharusnya kita juga inginkan. Nabi Muhammad SAW, Semoga Damai dan Rahmat Tuhan atasnya, bersabda tentang seseorang yang memindahkan belukar berduri dari jalan setapak, ‘Allah sangat menghargai tindakannya yang luhur sehingga Ia memberikan pengampunan-Nya.’ (Sahih Muslim). Ini adalah tindakan yang sederhana, namun mengundang ganjaran yang besar karena ia menyingkirkan sesuatu yang bisa membahayakan orang lain.

2. Kelompok dan Grup
Menyelenggarakan akivitas yang melibatkan warga masyarakat adalah cara yang baik bukan hanya untuk menjalin pertemanan baru tapi juga untuk melibatkan mereka yang tidak punya kesempatan bersosialisasi dengan orang-orang baru. Cara ini juga menghalau kebosanan yang bisa berujung pada masalah! Membangun sebuah semangat bermasyarakat yang sehat berarti melibatkan baik generasi muda maupun tua. Apakah menyelenggarakan turnamen, acara, pertemuan ataupun kursus, aktivitas serupa itu membantu menjaga hubungan sebuah masyarakat terjalin erat. Aktivitas ini membutuhkan waktu dan dedikasi  setiap orang untuk kebaikan bersama dalam masyarakat, dan dalam jangka waktu panjang aktivitas ini menciptakan lingkungan yang penuh kerukunan, dukungan dan persaudaraan antaranggota masyarakat.

3. Kegiatan amal
Betapa menyenangkan bagi kaum muslim, bahkan sebentuk senyum kepada orang lain saja dapat dihitung sebagai tindakan amal, bukan? Selain zakat, ada beberapa cara lain untuk memberi kepada mereka yang kurang beruntung. Tidak sulit untuk terlibat dalam proyek-proyek amal, dan kita yang menentukan seberapa banyak waktu dan komitmen yang sanggup kita berikan. Kegiatan amal selalu mencari relawan yang bersedia berpartisipasi dalam kegiatan dan acara-acara penggalangan dana. Meski bukan sebuah komitmen besar namun keterlibatan kita akan membuat sebuah perubahan besar! Jika kita sedikit lebih ambisius, mengapa tidak mengadakan penggalangan amal sendiri – untuk aneka macam kegiatan amal, atau untuk memperbaiki atau membangun masyarakat setempat? Aktivitas bersponsor juga seringkali menuai sukses besar ketika cukup relawan yang ikut ambil bagian di dalamnya. Namun bagian terindahnya adalah bahwa setiap bagian kecil pun penting dan setiap kontribusi dihargai. Bahkan kegiatan hiburan bisa sukses menggalang dana.

Seringkali, kita juga mengeluhkan bukan tentang kebosanan tapi tentang menjadi ‘super sibuk’, namun tindakan memberi kembali kepada masyarakat sekitar dapat dilakukan kapan saja, di hari apa saja dan dengan sesedikit atau sebanyak apa pun waktu yang bisa kita berikan. Saya berdoa semoga kita semua mampu menjadi manusia yang tidak mementingkan diri sendiri, yang berbuat kebaikan dan beramal hanya karena Allah SWT, dan semoga Dia menerima segala upaya kita dan memurnikan niat kita. Amiin <3

Lihat video saya menggalang dana untuk Gaza, dan silakan menyalurkan donasi ke Islamic Help di bawah:

Sumbang ke: Islamic Help

Leave a Reply
<Modest Style