Modest Style

Bagaimana Menciptakan Keluarga Bahagia

,

Kehidupan keluarga yang bahagia adalah anugerah. Berada di samping orang-orang terdekat dan terkasih memberi kita kekuatan serta keyakinan diri untuk menempuh segala cobaan kehidupan. Sofea Famian mengingatkan kita akan hubungan spesial yang perlu terus kita pelihara ini.

 Foto: SXC
Foto: SXC

Semua orang memiliki keluarga. Apakah anggotanya dihubungkan oleh kekerabatan, pekerjaan atau pertemanan, kita tahu mereka berkeluarga karena walaupun mereka mungkin selalu membuat kita jengkel, kita tidak bisa hidup tanpa mereka. Beberapa individu dianugerahi keluarga yang harmonis. Yang lain barangkali tidak seberuntung itu. Apa pun itu, jika kita ingin menciptakan keluarga bahagia, kenali berbagai tantangan yang selalu menghadang. Dan mungkin, yang paling utama, kenali lebih dulu diri kita.

Menjaga Ucapan

Hentikan membahas gosip tak berguna, bergunjing dan menjelek-jelekkan orang lain di belakang mereka. Anda sudah tahu apa yang akan terjadi saat seseorang meneruskan komentar atau lakon tak berdasar tentang orang lain. Siklus ini akan menyebar dengan sangat cepat dan sebelum kebenaran maupun solusinya terungkap, kerusakan pun telah terjadi. Pertemuan keluarga bisa menjadi ajang untuk menampung berbagai obrolan tak berguna seperti ini. Orang-orang akan pulang dengan berbekal informasi yang berpotensi merugikan. Begitu Anda kembali terjebak dalam situasi seperti itu, putuskan mata rantainya dengan mengganti topik menjadi sesuatu yang berguna. Jadilah agen perubahan yang positif dengan tidak pernah memulai informasi yang menyesatkan.

Berempati dengan Mereka

Seberapa pun dekatnya Anda dengan keluarga, Anda tidak pernah bisa benar-benar mengetahui apa yang terjadi di belakang Anda. Bukan karena Anda tidak cukup kompak, melainkan mungkin karena keluarga Anda terkadang memilih untuk tidak membebani Anda dengan masalah mereka. Bila Anda merasa ada sesuatu yang tidak beres, amati dengan cermat tapi secara diam-diam. Jangan melakukan usaha yang dapat memperkeruh suasana yang agaknya sudah buruk dengan mencampuri urusan pribadi mereka. Jika Anda tahu caranya, bantulah mereka dan, kalau bisa, lakukan tanpa sepengetahuan mereka. Panjatkan doa (permohonan) untuk mereka. Nabi Muhammad SAW bersabda, doa yang diucapkan untuk saudara paling cepat memperoleh jawaban (seperti diriwiyatkan Al-Bukhari). Yang paling penting, hormati keinginan mereka dengan tidak menyebarkannya ke orang lain.

Merayakan Kesuksesan Bersama

Apabila keluarga Anda membawa kabar baik, ikut bergembiralah bersama mereka. Apakah kabar itu berupa jabatan atau rumah baru, mobil bekas atau tas tangan bermerek, liburan mewah maupun kupon belanja, jangan hakimi mereka atau mempertanyakan mengapa mereka layak mendapatkannya. Lepaskan ego Anda. Belajarlah bersuka cita untuk keluarga Anda. Sedangkan untuk Anda sendiri, bekerjalah lebih keras supaya dapat meraih segala yang diidamkan.

Tetap Rendah Hati

Boleh-boleh saja merasa senang setelah membeli barang-barang mahal, menghabiskan uang untuk makan malam serta mengunjungi tempat-tempat nan eksotis. Akan tetapi, bersikaplah sensitif terhadap anggota keluarga yang barangkali sedang terkena musibah. Mereka mungkin benar-benar merasa gembira atas segala pencapaian Anda, tetapi itu bukanlah alasan untuk memamerkan berbagai kelebihan Anda di depan mereka. Perlakukanlah orang sama seperti Anda ingin diperlakukan.

Jangan Libatkan Anak-Anak dalam Pertengkaran

Semua keluarga pernah berdebat dan bertengkar. Ini alami karena kita umat manusia. Setiap individu mempunyai seperangkat gagasan, pendapat dan prinsip pribadi. Perselisihan sesekali tidak dapat dihindari. Marah dengan sepupu atau mertua? Jangan lampiaskan kemarahan atau balas dendam Anda pada anak-anak mereka. Alasannya sederhana saja: mereka tidak bersalah. Omong-omong tentang pertikaian tadi, Nabi SAW berkata umat Muslim tidak boleh bermusuhan dengan saudara mereka lebih dari tiga hari. Jadilah orang yang lebih baik dengan menjadi pihak yang menyapa lebih dulu (Shahih Bukhari-Muslim; Kitab 32, Bab 6).

Jalin Komunikasi Secara Teratur

Usahakan untuk tetap saling berkomunikasi. Tentu, keluarga yang harmonis bisa langsung akrab berbincang tanpa sedikit pun kecanggungan, bahkan setelah beberapa bulan tidak bertemu. Lengkapi keajaiban tersebut dengan meluangkan waktu untuk sesekali mengirimkan surat pendek kepada mereka demi menanyakan kabar anak-anak, orangtua, binatang peliharaan atau bisnis mereka. Di sisi lain, Anda sebetulnya dapat sering berkomunikasi melalui media sosial dan pesan instan. Meski demikian, tidak ada yang bisa mengalahkan pertemuan tatap muka. Menikmati secangkir teh chai bersama, bahkan selama 30 menit saat makan siang, tersenyum bersama dan saling memberikan pelukan, dapat menghangatkan jiwa yang paling dalam.

Keluarga bahagia tidak terjadi begitu saja. Dibutuhkan usaha yang luar biasa besar untuk saling bersikap sensitif, memahami, berkompromi dan menyayangi. Tidak ada ruang untuk ego dan kesombongan. Jika Anda pernah tersakiti oleh keluarga Anda, tanyakan diri sendiri, sejujurnya, apakah Anda ingin memperbaiki hubungan. Jika jawabannya ya, maka lakukan sekuat kemampuan Anda untuk mengubah keadaan menjadi lebih baik.

Artikel ini awalnya diterbitkan di majalah Aquila Style edisi Juni 2012

Leave a Reply
<Modest Style