Modest Style

Badan Muslim Dunia Akan Membahas Kekerasan di Myanmar

,

JEDDAH, Arab Saudi, 30 Maret 2013 (AFP) – Kepala Organisasi Kerjasama Islam (OKI) mengatakan hari Sabtu para menteri dari negara-negara OKI akan bertemu  tanggal 14 April di Arab Saudi untuk membahas kekerasan mematikan terhadap warga muslim di Myanmar.

Badan Muslim Dunia Akan Membahas Kekerasan di Myanmar_Aquila Style
Seorang pria muslim mengacungkan tangannya ketika melewati sebuah bangunan hancur di dekat masjid dalam kerusuhan Meiktila, di wilayah tengah Myanmar pada tanggal 21 Maret 2013. Sedikitnya 10 orang tewas dalam kerusuhan di wilayah tengah Myanmar, kata anggota parlemen setempat, dalam kekerasan komunal terburuk sejak bentrokan antara kelompok Buddha dan muslim di barat negara bagian Rakhine tahun lalu. AFP PHOTO/Mantharlay

Ekmeleddin Ihsanoglu mengatakan dalam sebuah pernyataan tertulis bahwa komite kontak dari menteri-menteri luar negeri OKI akan berkumpul di pelabuhan Laut Merah Jeddah.

Media pemerintah Myanmar melaporkan pada hari Sabtu bahwa korban tewas akibat kekerasan komunal di pusat negara tersebut selama 10 hari terakhir telah meningkat menjadi 43 orang dengan lebih dari 1.300 rumah dan bangunan lainnya hancur.

Pernyataan OKI mengatakan, Ihsanoglu menyampaikan pidato di pertemuan kelompok kontak mengenai kekerasan terhadap muslim Myanmar yang dikenal sebagai Rohingya pada hari Sabtu dan mengatakan organisasi itu ‘siap mengambil semua langkah dan tindakan yang diperlukan untuk mengatasinya’.

Ihsanoglu juga mendesak pemerintah Myanmar untuk ‘mengakhiri kampanye kebencian dan ekstremis Buddha, serta pembersihan etnis yang mereka lancarkan terhadap kaum muslim di negara itu’.

Pada hari Jumat, Myanmar dengan keras menolak laporan dari utusan khusus PBB untuk hak asasi manusia Myanmar, Tomas Ojea Quintana, pada hari sebelumnya yang menyatakan ia telah ‘menerima laporan atas keterlibatan negara dalam beberapa tindak kekerasan’.

Massa Buddha telah merusak beberapa kota di wilayah tengah Myanmar sejak kekerasan agama meletus pada 20 Maret, yang mendorong pemerintah memberlakukan undang-undang darurat dan jam malam di beberapa daerah.

Ini adalah konflik sektarian terburuk sejak kekerasan antara kelompok Buddha dan muslim di barat negara bagian Rakhine tahun lalu yang menewaskan setidaknya 180 orang dan lebih dari 110.000 mengungsi.

Umat muslim Myanmar – sebagian besar keturunan India, Cina, dan Bangladesh – diperkirakan mencapai sekitar empat persen dari 60 juta penduduk.

Leave a Reply
<Modest Style