Modest Style

Arab Saudi Menetapkan Aturan Baru Perihal Hak Pekerja Domestik

,

SAUDI-PHILIPPINE-WORKERS-TRIAL

RIYADH, 16 Juli 2013 (AFP) – Arab Saudi mengumumkan peraturan baru pada hari Selasa, untuk melindungi hak-hak para pekerja domestik asing, yang kebanyakan berasal dari Asia Selatan, tapi dengan penekanan bahwa mereka harus ‘menghormati’ Islam dan ‘mematuhi’ majikannya.

Menteri Tenaga Kerja Adel Faqih mengatakan bahwa peraturan baru itu mewajibkan majikan untuk membayar pekerja ‘gaji bulanan yang sudah disepakati tanpa penundaan, dan memberikan mereka satu hari libur dalam seminggu,’ dalam pernyataan yang disampaikan petugas kantor berita SPA.

Majikan juga diharuskan menyediakan bagi para pekerja domestik ‘akomodasi yang layak, demikian juga memberikan mereka waktu beristirahat paling tidak sembilan jam sehari,’ Faqih menjelaskan.

Di bawah panduan peraturan baru itu, pekerja juga akan diberikan cuti sakit berbayar dan sebulan-penuh liburan ditanggung majikan setelah bekerja selama dua tahun, demikian pula dengan uang pesangon sebesar satu bulan gaji setelah bekerja empat tahun, katanya.

Namun Faqih juga menegaskan bahwa pekerja harus menghormati ‘Islam dan ajarannya… dan mematuhi perintah majikan dan anggota keluarganya berkaitan dengan menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan.’

Para pekerja domestik ‘tidak berhak untuk menolak melakukan sebuah pekerjaan, atau meninggalkan tugasnya, tanpa alasan yang jelas,’ tambahnya.

Sekitar delapan juta pekerja asing dipekerjakan di kerajaan kaya-minyak tersebut, dengan mayoritas dari mereka berasal dari Asia Selatan dan mendapatkan gaji yang rendah. Jumlah pasti para pekerja domestik tidak tersedia.

Di bulan Juni, Filipina mengatakan telah menandatangani sebuah perjanjian penting dengan pihak Arab Saudi bahwa pihak Saudi akan melindungi ribuan pekerja rumah tangga asal Filipina dari berbagai tindak eksploitasi.

Perjanjian tersebut menyusul sebuah perselisihan yang terjadi di tahun 2011 ketika Filipina menuntut upah minimum sebesar $400 sebulan bagi para pekerja domestik di samping kesepakatan-kesepakatan lainnya.

Juga lihat: Kisah TKI: Pekerja Rumah Tangga Muslim

Leave a Reply
<Modest Style