Modest Style

Arab Saudi Luncurkan Kampanye Pertama Anti-KDRT

,

Sebuah iklan layanan masyarakat untuk membangkitkan kesadaran publik akan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di Arab Saudi. Afia R Fitriati melaporkan.

Ina no-more-abuse-pic-from-website-sm

Gambaran kuat dari sebuah iklan layanan masyarakat di Kerajaan Arab Saudi baru-baru ini telah menarik perhatian banyak orang hingga di luar negara ini.

Iklan tersebut menampilkan gambar dekat wajah seorang perempuan yang mengenakan burqa, dan salah satu matanya memar. Dalam poster tersebut tercantum slogan: ‘Ada hal-hal yang tidak dapat ditutupi: Perangi kekerasan terhadap perempuan bersama-sama’.

Kampanye yang baru saja diluncurkan oleh Kerajaan ini bertujuan untuk memberikan ‘perlindungan yang menyeluruh terhadap perempuan dan anak-anak dari semua bentuk kekerasan’, demikian menurut situsnya. Gerakan yang disponsori oleh King Khalid Foundation ini merupakan langkah maju bagi pemenuhan hak-hak perempuan di Arab Saudi tahun ini.

Dan memang sudah saatnya, berdasarkan laporan World Economic Forum 2012, Arab Saudi menempati peringkat ke-131 dari 134 negara dalam hal kesetaraan gender.

‘Satu dari enam perempuan mengalami kekerasan secara lisan, fisik, atau emosional setiap hari, dan 90 persen dari pelaku biasanya adalah suami atau ayah korban,’ tulis kolumnis Saudi, Samar Fatany di Al Arabiya. ‘Menurut penelitian… sebagian besar perempuan tidak mengetahui hak-hak mereka sementara sebagian pria melanggar ajaran agama serta mengikuti kebiasaan dan tradisi yang menyimpang.’

Salah satu contoh terkenal adalah pemerkosaan dan pembunuhan terhadap gadis berusia lima tahun Lama al-Ghamdi, kejahatan yang dilakukan oleh ayahnya sendiri. Walaupun memicu kemarahan internasional, pria ini—seorang pengkhotbah yang secara teratur tampil di televisi Saudi—hanya mendapat hukuman beberapa bulan penjara dan denda sebesar $50.000. Seandainya Lama anak laki-laki, jumlah di atas akan lebih besar dua kali lipat.

Menurut laporan Huffington Post, kampanye ini mengimbau rakyat Saudi untuk melaporkan insiden kekerasan dalam rumah tangga di berbagai daerah di seluruh Kerajaan, termasuk Madina, Najran, Mekkah, dan Riyadh.

Iklan ini dengan cepat menyebar di situs media sosial dan mendapat banyak pujian. Kita hanya bisa berharap bahwa kampanye itu sendiri bukanlah sekadar untuk memperlihatkan aksi yang berbeda dari kebiasaan, melainkan salah satu langkah pertama dalam perbaikan yang dramatis terhadap kesejahteraan perempuan di kerajaan Saudi.

Leave a Reply
<Modest Style