Modest Style

Arab Saudi Imbau Jemaah Haji Jauhi Politik

,
Pemandangan dari atas menunjukkan petugas keamanan berjaga sementara para jamaah melakukan shalat malam di Masjidil Haram, pada tanggal 8 Oktober 2013. Lebih dari dua juta muslim telah tiba di kota suci untuk ibadah haji tahunan . AFP Photo / Fayez Nureldine
Pemandangan dari atas menunjukkan petugas keamanan berjaga sementara para jamaah melakukan shalat malam di Masjidil Haram, pada tanggal 8 Oktober 2013. Lebih dari dua juta muslim telah tiba di kota suci untuk ibadah haji tahunan . AFP Photo / Fayez Nureldine

RIYADH, 9 Oktober 2013 (AFP) – Menteri Dalam Negeri Arab Saudi memperingatkan muslim jamaah haji pada hari Rabu untuk tidak menyalahgunakan haji tahunan pekan depan untuk tujuan-tujuan politik.

‘Pemerintah Saudi mendesak semua jamaah haji untuk menjauhkan ritual ini dari setiap tindakan yang dapat mempertaruhkan keselamatan mereka,’ kantor berita resmi SPA mengutip Menteri Dalam Negeri Pangeran Mohammed bin Nayef.

‘Keamanan para calon haji mengharuskan kami untuk menganggap serius setiap perkembangan yang mungkin terjadi,’ tambahnya, sembari mencatat bahwa negaranya menjadi lokasi dari ‘gelombang terorisme yang tidak mengecualikan tempat suci’ di awal tahun 2000-an.

Pernyataan itu mengacu pada serangan Al-Qaeda yang mengguncang kerajaan tersebut antara tahun 2003 dan 2006, yang mendorong tindakan keras tanpa henti oleh pihak yang berwenang, yang ia awasi.

Menteri tidak mengatakan apa perkembangan yang mungkin terjadi, namun ada laporan bahwa anggota Ikhwanul Muslimin Mesir telah mendesak jamaah untuk mengekspresikan dukungan mereka terhadap kelompok tersebut setelah Presiden Islamis Mohamed Morsi diturunkan bulan Juli.

Kerajaan Arab Saudi sangat mendukung penggulingan Morsi, dan langsung menjanjikan bantuan jutaan kepada pemerintah yang baru.

Dalam pesan video bulan Agustus, anggota elite Al-Qaeda Saudi, Ibrahim al-Rubaish, mengkritik dukungan Raja Abdullah atas tindakan tentara Mesir.

Pemerintah Saudi biasanya memperingatkan calon haji untuk menghindari setiap tindakan politis.

Tahun ini Riyadh diperkirakan menerima kedatangan sekitar dua juta jamaah, setelah kerajaan ultra-konservatif ini mengumumkan akan melakukan tindakan keras terhadap jamaah ilegal dan menetapkan pembatasan untuk memotong kuota orang asing sebesar 20 persen dan warga Saudi sebesar 50 persen.

Ibadah haji dimulai pada hari Minggu dan berakhir pada 18 Oktober.

Senin menandai hari paling penting, ketika semua jamaah berkumpul di Padang Arafah di luar Mekkah, sebagai puncak ibadah haji.

Menurut menteri, kerajaan telah mengerahkan 95 ribu anggota pasukan keamanan, di samping pasukan yang membantu kementerian pertahanan, penjaga nasional dan intelijen.

Ia juga mengatakan raja telah menyetujui pembentukan 40.000 pasukan khusus yang kuat untuk mengamankan ibadah haji.

Leave a Reply
<Modest Style