Modest Style

Anjing pun Makhluk Ciptaan Allah

,

Kepercayaan yang teguh meyakini Islam mutlak mengharamkan anjing. Tetapi apakah sesederhana itu? Jack McGee berusaha menelaah masalah ini.

Anjing pun Makhluk Ciptaan Allah_Aquila Style

Ini adalah fakta: Beberapa orang tidak menyukai anjing. Mereka tidak dibesarkan bersama hewan ini dan nenek mereka bilang anjing hitam-besar itu jelmaan setan. Sebagian dari kita mengidap alergi yang parah terhadap hewan peliharaan dan, yah, beberapa dari kita tidak mau berbagi perhatian dan kasih sayang.

Namun, dalam kadar yang berbeda-beda, di masyarakat masih kita temui perlakuan buruk terhadap anjing. Kucing kelihatannya tidak bermasalah. Di banyak kota, Anda tidak bisa berjalan melalui beberapa wilayah permukiman tanpa menginjak sisa makanan buat kucing telantar atau kucing liar. Akan tetapi, anjing tidak diterima dengan tangan terbuka. Dokter hewan di lingkungan Muslim mengeluh atas permintaan untuk ‘mengeutanasia’ anjing yang tidak diinginkan. Perlakuan demikian terhadap salah satu makhluk Allah paling cerdas ini layak untuk ditelaah.
27207_8470-sm2

‘Umat Muslim tidak memelihara anjing’ adalah jawaban yang saya terima saat menanyakan hal ini kepada sesama pria Muslim. Akan tetapi, sangat sedikit orang yang dapat menjelaskan alasannya. Jelas disebut dalam Al-Quran (5:3) bahwa babi, hewan kontroversial lainnya, haram untuk dimakan. Meski demikian, anjing tidak memperoleh sebutan negatif. Sebaliknya, kita bahkan diperbolehkan makan daging hewan yang ditangkap anjing jika kita menyebut nama Allah terlebih dahulu (5:4). Seekor anjing tidak bisa menangkap buruannya hanya dengan modal cakar, dan jelas akan menggigit mangsanya.

Ajaran sikap mengayomi binatang dalam Quran mengajak kita untuk menunjukkan kasih sayang dan sikap adil kepada semua ciptaan Tuhan. Anjing beberapa kali disebut dalam Quran (5:4, 7:176, 18:18, 18:22). Dalam Surat Al-Kahfi (Gua), secara khusus kita diingatkan bahwa, pada ayat-ayat tersebut, para Ashabul Kahfi (Penghuni Gua) didampingi anjing mereka. Al-Quran memang tidak menyertakan detail yang tidak penting. Tetapi tidak ada binatang yang dikutuk dalam Quran; jika Tuhan ingin melarang kita memelihara anjing, maka Dia akan memfirmankannya. Alih-alih, Tuhan meminta kita untuk menghargai semua binatang dan menyayangi mereka.

Kita mesti memastikan peruntukan memiara hewan-hewan selain itu. Bukan berarti kita bisa menjadikan semua hewan sebagai binatang peliharaan dan memeliharanya di rumah, karena Islam adalah agama yang mewajibkan shalat, hidup bersih dan beribadah. Semua binatang adalah milik Allah dan merupakan bagian dari ciptaan-Nya. Tugas seorang Muslim adalah menghormati keagungan status tersebut. Ini tidak hanya berlaku pada cara kita memperlakukan sesama Muslim, tapi, yang tak kalah penting, bagaimana kita secara umum memperlakukan dunia. Di hari kiamat, kita akan bertanggung jawab atas cara kita dalam memperlakukan binatang yang kita temui dan cara kita dalam memanfaatkan mereka. Umat Muslim meyakini semua binatang pada dasarnya adalah Muslim, karena mereka menjalani hidup yang sesuai dengan kehendak Allah dan dalam kepatuhan yang sejati; hanya manusia dan jinlah yang lahir dengan kehendak bebas.

Al-Quran membimbing kita untuk menunjukkan kash sayang dan kebaikan terhadap binatang. Di dalam hadislah kita menemukan panduan lanjutan mengenai bagaimana seharusnya kita berhubungan dengan hewan. Dan berdasarkan hadis pula, larangan memelihara anjing di rumah telah berlangsung selama ratusan tahun. Tentunya, interpretasi terhadap hadis harus memperhatikan maknanya. Nabi Muhammad SAW jelas ingin kita bersikap hati-hati berkaitan dengan anjing. Patut diingat , petunjuk Rasulullah bersifat abadi. Pada waktu itu, kondisi anjing dan binatang lain bisa jadi sangat kotor dibandingkan hewan peliharaan dan ‘hewan kesayangan’ saat ini yang amat terawat. Jadi, anjing mungkin dapat menjadi sumber najis seorang Muslim—sekalipun si Fifi sudah sepanjang pagi menjalani perawatan di salon hewan serta memakai pita rambut dan parfum anjing.

Jadi apa yang dikatakan hadis dan bagaimana berbagai mazhab (kumpulan pemikiran Islam) membentuk opini mereka? Pertama-tama, tidak semua pendapat tentang anjing bermuatan negatif. Nabi diriwayatkan berkata, ‘seseorang melihat seekor anjing sedang sekarat karena kehausan, jadi dia melepas sepatunya untuk menciduk air dan memberi anjing itu minum sampai dahaganya hilang. Allah menghargai kebaikannya serta memasukkannya ke dalam surga. [i]

Anjing pun Makhluk Ciptaan Allah_Aquila Style

Walau begitu, berkaitan dengan memelihara anjing, sejumlah hadis menyebutkan bahwa malaikat tidak mau memasuki rumah pemilik anjing. [ii] Hadis lainnya menyatakan memelihara anjing mengurangi pahala seorang Muslim. [iii] Tetapi yang lain berpendapat masalah utamanya ada pada liur anjing yang pada hakikatnya najis (tapi mazhab Maliki mengatakan hanya air liur anjing liarlah yang dianggap najis). [iv]

Seperti yang kita ketahui, anjing senang menjilat siapa pun dan apa pun, karena naluri indra mereka terutama diperoleh melalui hidung dan mulut. Kaki dan penglihatan mereka relatif kurang berperan dalam memahami dunia sekitar. Tapi kita harus ingat, ada banyak hal yang menjadi sumber najis bagi seorang Muslim, terutama yang membuatnya tidak suci untuk shalat.

Daftar najis bervariasi, tergantung masing-masing mazhab, tapi bisa air seni, tinja, babi, anjing, anggur, dan bahkan non-Muslim. Dalam kehidupan sehari-hari, kita mudah melihat sebagin besar contohnya. Kita membuka sepatu di depan pintu sebelum memasuki rumah atau masjid, banyak orang membuat ruangan terpisah di rumah untuk shalat, dan kita sering berganti pakaian bersih sewaktu shalat.

Tampaknya kekhawatiran yang satu ini disebabkan oleh tingkah laku anjing yang tidak menentu. Banyak pemilik anjing terlambat pulang lima menit dan menemukan si mungil Fido duduk di samping ‘hadiah selamat datang’ serta lantai yang kotor. Kondisi ini sangat tidak bisa diterima untuk rumah seorang Muslim, di mana shalat dilakukan di lantai, dan idealnya memungkinkan tamu atau anggota keluarga Muslim lainnya untuk shalat berjamaah yang mungkin sekali dilakukan di setiap ruangan di rumah. Namun, bukan berarti syarat kesucian itu tidak bisa dipenuhi kalau ada Fido di rumah, meskipun dengan standar hidup higienis yang begitu tinggi sampai melebihi standar militer.

Ringkasanya, tidak ada ketetapan mutlak terhadap kesahihan hadis yang disebutkan di atas, tapi secara eksplisit Al-Quran telah memerintahkan untuk berlaku baik kepada binatang. Pemahaman pribadi setiap individu terhadap berbagai hadis dan fatwa mengenai anjing diperlukan untuk menentukan standar pribadi Anda dalam berinteraksi dengan anjing.

Bagaimanapun juga, anjing mestinya tidak dianggap sepenuhnya buruk.  Setiap manusia juga bisa menjadi sumber najis, dan setiap hari kita terbiasa berurusan dengan najis dari tubuh kita sendiri. Di sisi lain, kita harus sadar, anjing memang bisa dan secara tidak sengaja menciptakan lingkungan tidak suci untuk shalat. Barangkali Anda dapat mengimbanginya dengan higienitas, tapi hargai orang lain yang mungkin tidak mempunyai pemahaman atau standar kebersihan yang sama dengan Anda. Sangat penting bagi Muslim untuk tidak menoleransi segala bentuk penyiksaan dan penistaan terhadap binatang. Hanya karena kita diminta untuk menghindari kontak fisik langsung dengan anjing dan babi, bukan berarti mereka binatang terkutuk. Seyogianya kita harus mendidik anak-anak kita untuk mencintai ciptaan Allah dan sepenuhnya memahami kesulitan, batasan dan tanggung jawab dari memelihara hewan.

Anjing pun Makhluk Ciptaan Allah_Aquila Style

Bagaimana perasaan Anda tentang anjing? Ceritakan pendapat Anda kepada kami di ed@aquila-style.com.

Artikel ini awalnya dimuat di majalah Aquila Style edisi September 2012
Semua foto oleh SXC


[i] Diriwayatkan Abu Hurairah dalam Hadits Shahih Al Bukhari, bisa dibaca di sini
[ii] Diriwayatkan Abu Talhah dalam Hadits Shahih Al Bukhari, bisa dibaca di sini
[iii] Diriwayatkan Ibnu Umar dalam Hadits Shahih Al Bukhari, bisa dibaca di sini
[iv] Diriwayatkan Ibnu Mughaffal dalam Hadits Abu Dawud, bisa dibaca di sini

Baca juga Ucapkan Selamat Idul Fitri Bersama Anjing, Perempuan Malaysia Ditangkap Polisi (AFP)

Leave a Reply
<Modest Style