Modest Style

Anak-anak Suriah di Lebanon Butuh Bantuan Mendesak

,
Mashaael, seorang pengungsi Suriah berusia 7 tahun, dibimbing oleh kakaknya Mariam, 13, membawa berkas-berkas saat berangkat ke sekolah pada tanggal 26 September 2013 di kota Tripoli, Lebanon utara. AFP Photo/Joseph Idul Fitri
Mashaael, seorang pengungsi Suriah berusia 7 tahun, dibimbing oleh kakaknya Mariam, 13, membawa berkas-berkas saat berangkat ke sekolah pada tanggal 26 September 2013 di kota Tripoli, Lebanon utara. AFP Photo/Joseph Idul Fitri

BEIRUT, 1 November 2013. Oleh Assir Serene (AFP) – Lebih dari 400 ribu anak-anak pengungsi Suriah di Lebanon sangat membutuhkan masyarakat internasional untuk meningkatkan bantuan mereka, terutama menjelang musim dingin yang keras, badan Dana Anak-anak PBB mengatakan pada hari Jumat.

Yang juga membutuhkan bantuan segera adalah anak-anak Lebanon dan Palestina yang tinggal di wilayah-wilayah miskin Lebanon, tempat pelayanan kesehatan dan pendidikan publik menjadi sangat kewalahan akibat krisis pengungsi.

Pernyataan UNICEF dikeluarkan setelah kunjungan direktur Anthony Lake ke negara Mediterania kecil ini, yang bertemu dengan Presiden Michel Sleiman dan pejabat Perdana Menteri Najib Mikati.

“Ada pertukaran pikiran tentang keprihatinan khusus mengenai dampak musim dingin yang segera tiba, dan perlunya tindakan mendesak untuk mempersiapkan periode yang terutama sangat menantang ini,” kata UNICEF.

Sejak pecahnya perang Suriah pada tahun 2011, yang telah menewaskan lebih dari 120 ribu orang dan memaksa jutaan lainnya mengungsi, Lebanon telah menjadi tuan rumah yang menampung jumlah pengungsi terbanyak.

Menurut angka PBB, dari 805 ribu pengungsi Suriah di Lebanon, setengahnya adalah anak-anak.

Lake memuji Lebanon atas upaya mereka untuk mengatasi hal ini, tetapi ia juga mengatakan aksi global diperlukan untuk memastikan anak-anak yang rentan bisa bertahan melalui musim dingin.

“Masyarakat internasional memiliki tidak hanya kewajiban kemanusiaan untuk anak-anak tetapi juga tanggung jawab untuk menyamai komitmen Lebanon,” kata Lake.

Lama terganggu oleh masalah politik dan ekonominya sendiri, Lebanon kesulitan untuk mengatasi masuknya pengungsi dari negara tetangga Suriah.

Tidak seperti Turki atau Yordania, di mana populasi pengungsinya lebih kecil, Lebanon tidak mengizinkan dibentuknya kamp pengungsi resmi.

Sebagai gantinya, rakyat Suriah yang sedang dalam pelarian ini harus mencari perlindungan di masyarakat setempat.

Beberapa mampu membeli rumah di apartemen di kota-kota, tetapi banyak yang tidak punya pilihan selain tinggal di tenda-tenda di pedesaan.

Banyak lagi lainnya yang tidur di jalanan, dan jumlah pekerja anak terus meningkat.

Menurut Luciano Calestini, wakil direktur UNICEF di Lebanon, “Lebih dari 100 ribu anak-anak Suriah tinggal di permukiman tenda tak resmi.

“Musim dingin seperti yang kita lihat dalam beberapa tahun terakhir membawa risiko yang sangat tinggi, terutama bagi mereka yang tinggal di permukiman semacam itu.”

UNICEF ingin memastikan anak-anak memiliki alas kaki dan pakaian yang memadai, dan juga bahwa sekolah memiliki bahan bakar untuk pemanas.

Agar mampu mengatasi masalah ini, sistem kesehatan publik juga harus diperkuat, kata Calestini, sembari menambahkan bahwa anak-anak Palestina dan Lebanon di kawasan miskin juga akan menderita jika sektor publik tidak diperkuat.

“Kita semua juga tahu bahwa mayoritas orang Suriah menetap di bagian termiskin negara tersebut. Beban terbesar pada pelayanan publik Lebanon terletak di lokasi tersebut,” kata Calestini kepada AFP.

UNICEF Lebanon telah meminta $125 juta untuk mendanai programnya terkait krisis pengungsi Suriah. Lembaga ini telah menerima $100 juta.

“Kita sekarang berada pada akhir tahun. Para donor telah sangat murah hati. Tetapi kabar yang meresahkan adalah krisisnya terus bertambah. Tidak ada solusi diplomatik yang terlihat.”

“Untuk tahun 2014, kami menyerukan masyarakat pendonor untuk terus mendukung kami pada tingkat kepedulian yang sama,” kata Calestini.

Leave a Reply
<Modest Style