Modest Style

Aktris Iran meminta maaf atas ciuman di festival film Cannes

,
“Saya minta maaf telah menyakiti perasaan beberapa orang,” tulis Leila Hatami. AFP Photo
“Saya minta maaf telah menyakiti perasaan beberapa orang,” tulis Leila Hatami. AFP Photo

TEHERAN, 23 Mei 2014 (AFP) – Aktris Iran Leila Hatami pada hari Jumat meminta maaf telah mencium pipi presiden festival film Cannes, tindakan yang memicu kemarahan otoritas di republik Islam tersebut, lapor kantor berita IRNA.

“Saya minta maaf telah menyakiti perasaan beberapa orang,” tulisnya dalam sebuah surat kepada organisasi perfilman Iran, kutip IRNA.

Ia menggaris bawahi rasa hormatnya terhadap peraturan Islam mengenai perilaku di muka umum, namun presiden festival Gilles Jacob, 83, “telah melupakan peraturan yang dimaksud, karena usia tua”.

“Tindakan pencegahan yang saya lakukan dengan terlebih dulu menyalaminya sia-sia,” tulis Hatami, menjelaskan ciuman tersebut.

“Meski merasa malu, saya tidak memiliki pilihan selain menjelaskan dengan detil untuk mereka yang tidak dapat memahami situasi tidak terelakkan yang saya hadapi,” ujarnya.

“Bagi saya, ia tentunya seperti seorang kakek tua yang juga adalah tuan rumah.”

Sebuah foto yang ditunjukkan oleh media Iran memperlihatkan Hatami mencium Jacob pada pembukaan festival awal bulan ini, memicu munculnya teguran.

“Mereka yang menghadiri acara-acara tersebut harus mempertimbangkan kredibilitas dan kesucian penduduk Iran, agar citra buruk wanita Iran tidak sampai ke dunia,” Deputi Menteri Kebudayaan Hossein Noushabadi kemarin menyatakan.

“Wanita Iran merupakan simbol kesucian dan kemurnian,” ujarnya. “Kehadiran Hatami yang tidak pantas” di festival tersebut “tidak sejalan dengan keyakinan beragama kami”.

Menurut situs Iran Tasnim News, sekelompok pelajar wanita Islamis sedang mengupayakan tindakan hukum terhadap Hatami, menuntutnya dijatuhi hukuman penjara dan cambukan.

Lahir di dalam keluarga dengan latar belakang perfilman, Hatami mendapatkan ketenaran yang mendunia untuk perannya dalam karya Asghar Farhadi “A Separation” yang memenangkan Academy Award 2012 sebagai Film Berbahasa Asing Terbaik.

Ia merupakan salah seorang dewan juri pada festival tahunan Cannes tahun ini di selatan Perancis namun tinggal di Iran.

Menurut hukum syariah Islam Iran, yang diberlakukan sejak revolusi 1979, wanita tidak diperbolehkan melakukan kontak fisik dengan pria yang bukan keluarga.

Leave a Reply
<Modest Style