Modest Style

5 tips keselamatan di kendaraan umum

,

Beberapa pengingat agar Anda tiba di tempat tujuan dengan selamat. Dibagi oleh Miranti Cahyaningtyas.

Video di atas mengilustrasikan 70 orang bepergian menggunakan tiga moda transportasi berbeda.

Seperti dapat dilihat, jika orang-orang di atas semuanya menggunakan mobil pribadi, bayangkan antrian, keruwetan, dan polusi yang akan tercipta. Bandingkan dengan gambar tengah di mana ke-80 orang tersebut ditampung oleh hanya satu bis: tidak hanya jalan menjadi lebih lapang, tingkat polusi pun akan jauh berkurang (dengan asumsi emisi bis terjaga ). Para pejalan kaki pun akan dapat lebih menikmati kegiatan mereka karena dapat menghirup udara yang lebih segar dan tidak khawatir terserempet kendaraan yang saling susul. Selain itu, masih akan tersisa banyak ruang untuk kendaraan darurat seperti ambulans dan pemadam kebakaran di jalanan. Cadangan udara bersih untuk seluruh kota pun akan lebih banyak.

Saya yakin, sebagai warga negara yang peduli akan kemajuan negara dan kepentingan sesama, kita sebenarnya ingin bepergian menggunakan moda transportasi umum massal. Sayangnya, kondisi sarana dan prasarana yang ada dapat dikatakan jauh dari baik. Meski begitu, beberapa di antara kita mungkin sudah mulai melakukannya, sementara sebagian yang lain masih belum yakin dengan alasan keamanan dan kenyamanan. Berikut beberapa tips untuk tetap aman selama menggunakan angkutan umum, khususnya untuk wanita.

  1. Bersikap apa adanya dan berusaha untuk tidak menarik perhatian. Sebisa mungkin, jangan berbusana yang terlalu ketat, terlalu terbuka, atau terlalu menerawang. Jangan mengenakan terlalu banyak perhiasan. Jangan terlihat terlalu menonjol menggunakan berbagai acang (gadget) yang Anda bawa. Sebisa mungkin, jangan membicarakan hal pribadi melalui ponsel dengan suara keras. Lebih baik melakukan tindakan pencegahan daripada menyesal belakangan.
  2. Tutup semua celah di tas. Pastikan semua ritsleting tas tertutup rapat. Letakkan barang berharga di tempat yang tidak mudah ditebak maupun dijangkau tangan usil. Letakkan tas di depan tubuh Anda, baik tas tangan, selempang, maupun ransel.
  3. Waspada. Meski Anda merasa kelelahan atau mengantuk dan butuh tidur sejenak di dalam kendaraan, cobalah untuk tidur tidak terlalu lelap. Pejamkan mata dan lemaskan tubuh sekadar untuk melepas sedikit lelah, namun tetaplah sadar pada keadaan di sekeliling Anda. Selalu kuasai pikiran Anda dalam keadaan terjaga dan bersikaplah waspada. Jangan sampai Anda menjadi sasaran mudah pelaku hipnotis maupun pelaku kejahatan lain yang mengalihkan perhatian Anda.
  4. Jika Anda menumpang taksi, catat nomor taksi, nomor pengemudi, dan nama pengemudi di telepon genggam Anda, sehingga Anda mudah menyebarluaskannya segera dalam keadaan darurat. Jika supir menunjukkan gerak-gerik yang mencurigakan, beri sinyal bahwa Anda terhubung dengan orang lain melalui sambungan telepon agar pengemudi paham bahwa ia tidak dapat melakukan apa-apa pada Anda tanpa diketahui orang lain. Jika kebetulan baterai ponsel Anda habis, lakukan sambungan telepon pura-pura – toh pengemudi tidak tahu Anda tidak benar-benar menghubungi orang lain.
  5. Anda bertanggung jawab pada diri Anda sendiri. Jangan memaksakan diri menaiki angkutan umum jika kondisi Anda atau situasi sedang tidak memungkinkan. Misalnya jika Anda merasa terlalu lelah, kurang sehat, kendaraan umum yang akan dinaiki terlihat terlalu sepi atau hanya berisi penumpang pria, hari sudah terlalu malam sedangkan Anda sendirian, dan lain sebagainya. Bersikaplah cerdas dan bertanggungjawab akan keselamatan diri sendiri.

Terakhir, mari tetap menjaga mimpi bahwa suatu hari nanti, kita akan memiliki kota dan negara maju yang memiliki sistem transportasi umum yang aman dan nyaman.

Seperti yang dikatakan mantan walikota Bogota, Enrique Peñalosa, “Sebuah kota yang maju bukanlah kota di mana orang miskin menggunakan mobil, melainkan kota di mana bahkan orang kaya pun menggunakan transportasi umum.”

Leave a Reply
<Modest Style