Modest Style

4 Puteri Raja Saudi ternyata sudah dikurung 13 tahun dalam rumah

,

Satu dari empat puteri Raja Saudi yang saat ini berada dalam tahanan rumah berbicara pada Isra Hashmi tentang kondisi terbaru mereka dalam tahanan dan kelaparan.

0803-WP-Princess-by-Isra

Berita tentang empat puteri Raja Abdullah dari Arab Saudi yang telah lebih dari sepuluh tahun berada dalam tahanan rumah menyebabkan kegemparan bulan lalu setelah Channel 4 News Inggris menayangkan sebuah wawancara dengan dua puteri, Sahar, 42, dan Jawaher, 38.

Dalam wawancara tersebut, mereka menyatakan Presiden Obama “seharusnya merasa malu bertemu dengan pemimpin yang mengurung empat wanita dewasa” dan mengatakan “jika ia [sang raja] melakukan hal semacam ini pada anak-anaknya sendiri, bagaimana menurut Anda keadaan negara ini?”

“Bahkan hal-hal kecil yang kami miliki, kami syukuri […] kami tidak akan pernah berhenti memperjuangkan hak kami. Kami akan terus berjuang dengan senyum kami, kami akan terus berjuang dengan air mata kami. Kami akan terus berjuang dengan semangat kami, dengan hati kami. Dan kami tidak akan berhenti meski mereka membuat kami kelaparan. Tidak akan pernah.”[i]

Berita tentang keempat puteri – Sahar, Maha, Hala, dan Jawaher bersaudari – dan 13 tahun penahanan rumah mereka mengejutkan dunia. Bagaimana bisa Raja Arab Saudi menahan puteri-puterinya sendiri, dan pertanyaan yang lebih besar, mengapa?

Keempat saudari tersebut dihukum karena mereka percaya bahwa warga Saudi, terutama perempuan, harus bebas

Keempat saudari menyatakan bahwa mereka dihukum karena mereka percaya warga Saudi, terutama perempuan, harus bebas. Mereka siap jika tersiarnya pendapat mereka dengan cara ini memiliki konsekuensi berat. Selain penahanan rumah penuh, para saudari ini, yang berusia antara 38 hingga 42, meratapi impian-impian mereka tentang pendidikan dan pernikahan yang tidak tercapai.

Di masa-masa yang lebih membahagaiakan, para puteri dengan ayah mereka, Raja Abdullah
Di masa-masa yang lebih membahagiakan, para puteri dengan ayah mereka, Raja Abdullah

Dalam sebuah wawancara khusus dengan Aquila Style, Puteri Sahar menyampaikan pesan menyedihkan berikut tentang kondisi terbaru mereka:

“Kami berharap dan memiliki keyakinan pada Tuhan. Satu-satunya jalan adalah terus maju. Kondisi terbaru kami: Kami dibuat kelaparan sejak 17 Maret 2014, saat mereka melarang kami meninggalkan rumah pada jadwal bepergian dua bulanan kami untuk membeli makanan dan minuman. Kami memasuki hari ke 43. Tidak hanya dijadikan tahanan rumah, [namun] kami [juga] dibuat kelaparan. Tidak ada makanan dan minuman yang diperbolehkan masuk.”

“Kami berusaha meminta diantarkan sedikit makanan dan minuman, namun mereka mengancam orang yang mengantarkan, mengusirnya dengan ancaman penjara jika ia kembali lagi. Kami tidak dapat menerima makanan dari mereka, meski mereka belum menawarkan, karena mereka pernah meracuni makanan dan minuman kami, yang menyebabkan kami berada di bawah pengaruh obat penenang selama bertahun-tahun.”[ii]

0803-WP-Princess-by-Isra
Puteri Jawaher (kiri) dan Puteri Sahar (kanan) terlihat kurus setelah bertahun-tahun dipenjara

Ibu mereka Alanoud Al Fayez, yang telah bercerai dari sang raja dan kini tinggal di London, telah mati-matian berupaya mengumpulkan dukungan Barat untuk puteri-puterinya. Ia telah membeberkan kisah mereka kepada media dan mengadakan protes massal di depan kedutaan Saudi di London. Kedutaan menanggapi dengan pernyataan bahwa hal ini merupakan persoalan pribadi keluarga.

Namun hal ini merupakan persoalan hak azasi manusia. Tidak seorang pun boleh dikurung, diasingkan dari dunia fisik, dan dibuat kelaparan karena menyuarakan pendapat mereka, termasuk tahanan politik Kerajaan yang diperkirakan mencapai 30.000 orang.

Para puteri mencari dukungan melalui Twitter. Berita terbaru dan pesan-pesan dukungan ditulis menggunakan tagar #Freethe4.

 

[i] ‘Exclusive: “locked-up” Saudi princesses’ message for Obama’, dapat dilihat di sini
[ii] Wawancara ini dilakukan melalui korespondensi pribadi

Leave a Reply
<Modest Style