Modest Style

Film pendek tentang tiga hijabi Inggris

,

Sebuah film pendek menyelami pengalaman para hijabi di Inggris. Oleh Eren Cervantes-Altamirano.

WP-Film-by-Eren-01-sm-900x600
Gambar: Facebook

Bagi kebanyakan Muslimah, pertanyaan seputar hijab adalah hal mutlak. Akankah Anda mengenakannya? Jika ya, kapan? Bagaimana? Dan mengapa? Jika tidak, mengapa? Apa artinya? Pada tahun-tahun belakangan ini, banyak diskusi kita seputar hijab disaring oleh media, non-Muslim, dan terkadang pria Muslim. Kita sudah menyaksikan gambaran hijabi dan niqabi (pemakai cadar) sebagai gambaran bentuk dasar terorisme di beragam jenis media, termasuk kartun politis, artikel gosip, dan lain sebagainya.

Dan kita telah mengalami beberapa perdebatan terkait kebijakan tentang pelarangan atau akomodasi kerudung dan penutup muka di negara-negara seperti Perancis, Spanyol, dan Kanada. Selain itu, banyak sekali situs Muslim menjadi sarana bagi para pria yang merasa pantas menjabarkan fungsi hijab seharusnya. Meski begitu, jarang kita bertanya pada para wanita yang memutuskan mengenakan atau tidak mengenakan hijab tentang pengalaman mereka.

Banyak juga yang tidak menelusuri hubungan antara kehidupan intelektual, spiritual, dan emosional wanita dengan pilihan-pilihan mereka. Seringkali kita menyangka hijab adalah murni kewajiban agama, dan bukannya hasil dari berbagai keputusan yang dibuat oleh seorang wanita.

Sebuah film pendek karya Betty Martins, I Wasn’t Always Dressed Like This, berharap untuk mengisi kekosongan tersebut. Film ini menjelajahi bagaimana hijab dan niqab berhubungan dengan hidup kehidupan tiga wanita di Inggris – yang “lebih dari sekadar sisi keagamaan”. Para peserta wawancara (dua hijabi, satu niqabi) membicarakan pengalaman mereka dengan keimanan, masyarakat, pencapaian profesional, dan bagaimana rasanya menjadi seorang “wanita Muslim”.

Tidak seperti film lain, Betty menghindari penciptaan bentuk dasar feminitas Muslim dengan mengisahkan berbagai pengalaman yang sangat pribadi, dalam penggambaran yang unik dan pribadi, namun akrab. Selain itu, para narasumber juga tidak bersikap menguliahi, menyuruh wanita lain apa yang harus mereka kenakan dan bagaimana mereka seharusnya. Mereka sekadar menyampaikan perjalanan dan perubahan mereka, tidak hanya dalam hal berbusana, namun juga dalam hal hubungan mereka dengan Islam, dengan keluarga, dengan teman, dan dengan masyarakat yang lebih luas.

Saya setuju sudah ada terlalu banyak obsesi seputar proses mengenakan atau melepaskan hijab/ hijab (siapa pun yang telah memutuskan untuk mengenakan hijab atau berhenti mengenakan hijab pasti mengerti), film pendek Betty membawa diskusi tentang ruang, hak azasi, dan pilihan Muslimah ke tempat-tempat di mana hal tersebut telah dipersulit atau dimanipulasi oleh non-Muslim atau pria Muslim. Dengan latar belakang Brasilnya dan pengalamannya sebagai pelajar di Inggris, ia merasakan adanya kebutuhan untuk mendiskusikan pilihan-pilihan Muslimah dengan cara yang lebih sehat daripada cara yang dipaksakan oleh politisi Eropa atau media Barat.

Betty mengungkapkan kekhawatirannya atas penggambaran Muslimah di Brasil saat ini. Di sana, pengalaman melihat wanita berkerudung disebut sebagai sesuatu yang “baru” dan dipengaruhi oleh bahasa Islamofobia. Meski begitu, hal ini tidak hanya terjadi di Brasil – Muslimah berkerudung seringkali disebut “tidak dikenal” di dunia maya di beberapa negara Amerika latin.

Penggunaan kata sifat ini merupakan cara untuk “mengasingkan” karena sebenarnya ada banyak wanita berkerudung lainnya yang sangat dikenal di Amerika Latin: antara lain mereka yang beragama Yahudi, Katolik, Protestan, Amish, dan Menonit. Betty menjembatani berbagai pengalaman Muslimah berkerudung di Inggris menuju konteks yang lebih luas, di mana seringkali terjadi diskusi yang memanas.

Satu pertanyaan yang belum terjawab adalah tentang pengalaman para wanita yang tidak berkerudung atau yang mereka yang memilih untuk melepaskan hijabnya. Film ini tidak menjelajahi pengalaman-pengalaman tersebut, dan harapan saya hal ini akan menjadi proyek Betty selanjutnya.

Film I Wasn’t Always Dressed Like This tersedia di IndieFlix.

 

Leave a Reply
<Modest Style