Modest Style

Mantan Penyanyi Pop Lebanon Rilis Lagu tentang Nabi Isa

,
Berkas foto yang diambil pada 21 September 2012 ini memperlihatkan penyanyi Lebanon, Fadl Shaker (kanan), membawakan nasyid selama unjuk rasa yang digelar di pusat kota Beirut oleh gerakan Salafi Muslim Sunni Lebanon dalam rangka menentang film buatan Amerika dan kartun-kartun Perancis yang menghina Nabi Muhammad. Hanya seminggu sebelum Natal, mantan bintang pop Lebanon yang kini menjadi islamis dan buronan polisi itu telah merilis lagu tentang Nabi Isa. AFP Photo/Joseph Eid
Berkas foto yang diambil pada 21 September 2012 ini memperlihatkan penyanyi Lebanon, Fadl Shaker (kanan), membawakan nasyid selama unjuk rasa yang digelar di pusat kota Beirut oleh gerakan Salafi Muslim Sunni Lebanon dalam rangka menentang film buatan Amerika dan kartun-kartun Perancis yang menghina Nabi Muhammad. Hanya seminggu sebelum Natal, mantan bintang pop Lebanon yang kini menjadi islamis dan buronan polisi itu telah merilis lagu tentang Nabi Isa. AFP Photo/Joseph Eid

BEIRUT, 19 Desember 2013. Oleh Rana Moussaqui (AFP) – Hanya seminggu sebelum Natal, seorang mantan bintang dan idola pop Lebanon yang kini menjadi islamis dan buronan polisi telah merilis lagu tentang Nabi Isa.

Sempat menjadi pujaan wanita di seluruh dunia Arab berkat suaranya yang menenangkan dan wajahnya yang tampan, Fadl Shaker meninggalkan musik pop pada 2011 saat menjadi pengikut ulama radikal Muslim Sunni, Syekh Ahmad al-Assir.

Dia menumbuhkan jenggot dan secara terbuka menyatakan musik pop haram, atau dilarang, dalam Islam.

Assir dan Shaker telah menjadi buronan polisi sejak musim panas lalu, ketika 18 militer tewas dalam bentrokan dengan para pendukung Assir.

Dari tempat persembunyiannya, Shaker merilis lagu baru di akun YouTube miliknya, Rabu lalu.

Lagu berjudul “Almasih Diberkati” (Christ is Blessed) itu telah didengarkan lebih dari 50.000 kali.

“Almasih diberkati dan kami semua adalah kekasihnya. Ialah pembawa agama yang sejati,” [Christ is blessed and we are all his beloved. He is the bringer of the true faith] Shaker bernyanyi lembut, dalam gaya tradisional nasyid Islam.

Disertai paduan suara yang mengulang refrain sepanjang klip berdurasi 4,5 menit itu, dia bertutur tentang proses pembuahan janin pada ibu Yesus, Maryam.

“Dialah yang melahirkan Isa, dia mengandung dari Pencipta alam semesta, tanpa benih dari seorang pria.” [She gave birth to him, she was pregnant from the Creator of the universe, without the sperm of a man]

Tidak seperti umat Nasrani, umat Muslim tidak meyakini Isa sebagai putra Allah. Akan tetapi, umat Muslim percaya Maryam melahirkan Isa dalam keadaan perawan setelah proses pembuahannya yang ajaib.

Isa sangat dihormati dalam Islam sebagai nabi, dan Maryam dianggap sangat suci, sampai-sampai sebuah surat dalam Al-Quran dipersembahkan khusus kepadanya.

Di lagu itu, Shaker juga menyatakan keyakinan bahwa ketika bayi, Isa berbicara dalam buaiannya.

Dilengkapi  tautan ke lagu terbarunya, Shaker menuliskan sebuah tweet: “Seseorang bukanlah Muslim sejati bila tidak percaya pada Isa alaihis salam.”

Lagu itu menimbulkan berbagai reaksi, dari kritik keras hingga puja-puji.

“Isa yang kau nyanyikan menyerukan perdamaian dan cinta kasih itu tidak membunuh… Kau teler ya, atau sedang mencoba melakukan upaya demi kembali ke masyarakat normal dengan menggunakan tokoh besar seperti Yesus. Benar-benar murahan. Sana membusuk di neraka,” ujar seorang pengguna YouTube.

Tetapi pengguna lainnya mengatakan, “Tuhan memberkatimu. Kami mendukungmu.”

Digambarkan para musisi di generasinya sebagai pribadi yang sangat sensitif dan mudah diperdayai, Shaker merupakan salah satu bintang pop paling dicintai di dunia Arab pada periode 1990-an dan 2000-an.

Namun setelah pecah pemberontakan di Suriah melawan Presiden Bashar al-Assad pada Maret 2011, Shaker bergabung dalam lingkaran Assir di Sidon, Lebanon selatan.

Dia tidak hanya menyetujui wacana anti-Assad dari Assir tetapi juga posisi mazhabnya yang secara radikal menentang Assad dan gerakan Muslim Syiah Hizbullah, yang mendukung Damaskus.

Berusia pertengahan 40-an, Shaker dilahirkan dari ibu asal Palestina dan ayah asal Lebanon di kamp pengungsian terbesar Palestina, Ain al-Helweh.

Leave a Reply
<Modest Style